Profile

Foto saya

I Ketut Sudarsana lahir di Desa Ulakan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Provinsi Bali pada tanggal 4 September 1982. Ia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan I Ketut Derani (Alm.) dan Ni Ketut Merta. Menikah dengan Adi Purnama Sari, S.Pd.H. dan dikaruniai tiga orang anak; Saraswati Cetta Sudarsana (4 tahun), Kamaya Narendra Sudarsana dan Ganaya Rajendra Sudarsana (3 tahun).
Jenjang pendidikan formal yang dilalui adalah SDN 4 Ulakan lulus pada tahun 1994, SMPN 1 Manggis lulus tahun 1997, dan SMKN 1 Sukawati lulus tahun 2000. Pada tahun 2004 menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Pendidikan Agama Hindu di STAHN Denpasar, dan program Magister (S2) Pendidikan Agama Hindu di IHDN Denpasar lulus tahun 2009. Tahun 2011 berkesempatan melanjutkan pendidikan Doktor (S3) Pendidikan Luar Sekolah di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Pengalaman kerja dimulai pada tanggal 1 Januari 2005 sampai sekarang sebagai dosen tetap Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar. Pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti antara lain : Peningkatan Mutu Pendidikan Calon Dosen dan Pegawai tahun 2006, Prajabatan Golongan III tahun 2006, Penulisan Karya Ilmiah Dosen tahun 2006, Diklat. tenaga dosen tahun 2006, Diklat. Metodelogi Penelitian Bagi Tenaga Dosen tahun 2007, Orientasi Penulisan Jurnal Ilmiah Terakreditasi Pada Perguruan Tinggi Hindu tahun 2010.
Saat ini beralamat di Jalan Antasura Gg. Krisna No. 5x Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Provinsi Bali, dengan email ulakan82@gmail.com


Senin, 08 Mei 2017

PENTINGNYA MEDIA VISUAL DALAM MERANCANG MATERI YANG EFEKTIF

PENTINGNYA MEDIA VISUAL DALAM MERANCANG MATERI YANG EFEKTIF

Dosen Pengampu : Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H

OLEH :

Ida Bagus Alit Arta Wiguna                           15.1.2.5.2.0821
Ni Wayan Yogi Parwati                                15.1.2.5.2.0822
Ni Kadek Mirapuspita Yanti                           15.1.2.5.2.0823
Putu Bella Puspita Dewi                                15.1.2.5.2.0824
Ni Luh Putu Ayu Suati                                     15.1.2.5.2.0825

BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dengan berkembangnya teknologi ini mengakibatkan berkembangnya ilmu pengetahuan yang memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi ini dimulai dari negara maju, sehingga Indonesia sebagai negara berkembang perlu mensejajarkan diri dengan negara-negara yang sudah maju tersebut.
Di era globalisasi ini pendidikan tidak akan terlepas dari peranan media dalam pemanfaatannya di dunia pendidikan. Kita sadari semakin banyak saluran informasi dalam berbagai bentuk media. Dalam hal ini, kita sebagai calon pendidik dapat lebih mudah untuk menyampaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan untuk menyalurkan pesan, merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik serta mengaktifkan pembelajaran dalam memberi tanggapan dan umpan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri peserta didik untuk melakukan praktik-praktik dengan benar.
Maka dari itu, dalam makalah ini kami membahas tentang salah satu media pembelajaran yaitu media visual. Media visual merupakan media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Media visual ini lebih bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita khususnya indera penglihatan. Manfaat yang kita dapat dalam penggunaan media ini adalah pemakaiannya yang efektif dan efisien, praktis, dan lebih cepat dipahami oleh peserta didik. Pendidik dapat memanfaatkan media-media secara optimal sehingga menghasilkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan seperti media visual untuk mempermudah dalam berinteraksi dan pemberian materi yang akan dibahas pada peserta didik.
Dalam sistem pendidikan modern, fungsi pendidik sebagai penyampai pesan-pesan pendidikan tampaknya perlu dibantu dengan media pendidikan, agar proses belajar mengajar dan proses pendidikan pada umumnya dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
1.2         Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan media visual?
2.      Apa manfaat dari penggunaan media visual?
3.      Apa saja contoh-contoh dari media visual?

1.3         Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengertian dari media visual.
2.      Untuk mengetahui manfaat dari penggunaan media visual.
3.      Untuk mengetahui contoh-contoh dari media visual.

1.4         Manfaat Penulisan
1.      Diharapkan dapat menyumbangkan konsepsi tentang pengertian dari media visual.
2.      Diharapkan dapat menyumbangkan konsepsi dan pemahaman tentang manfaat dari penggunaan media visual.
3.      Diharapkan dapat menyumbangkan konsepsi dan memberikan contoh-contoh dari media visual.

BAB II
PEMBAHASAN

 2.1         Pengertian Dari Media Visual
Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang artinya tengah, perantara atau pengantar. Kata Media merupakan bentuk jamak dari kata “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (dalam Dagun,2006:634) media merupakan perantara/ penghubung yang terletak antara dua pihak, atau sarana komunikasi seperti koran,majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk. Menurut Arsyad (2011: 4) media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide,  gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Dalam konteks dunia pendidikan,  Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2011: 3) mengungkapkan bahwa media secara garis besar adalah  manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat  siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.  
Dalam pendidikan, media diartikan sebagai komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pengertian media menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :
1.   Association for Educational Communications Technology (AECT) : media sebagai bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.
2.    Gagne : media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
3.    Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
(chandra. Makalah media visual. http://ceva24chandra.blogspot.com. 06-2011)
Media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya. Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi, yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta,Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip
Media visual merupakan penyampaian pesan atau informasi secara teknik dan kreatif yang mana menampilkan gambar, grafik serta tata dan letaknya jelas,sehingga penerima pesan dan gagasan dapat diterima sasaran.
Apabila dikaitkan antara media visual dan pembelajaran maka pembelajaran itu akan menarik, efektif dan efesien karena peserta didik terutama siswa sekolah dasar masih berfikir konkrit, semua yang guru utarakan atau sampaikan harus dibuktikan sendiri dengan mata mereka. Media visual merupakan sumber belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang dibuat secara menarik dalam bentuk kombinasi gambar, teks, gerak, dan animasi yang disesuaikan dengan usia peserta didik sehingga pembelajaran akan menyenangkan dan tidak menjenuhkan.
Media Visual yang bergerak ialah media yang dapat menampilkan gambar atau bayangan yang dapat bergerak dilayar bias, seperti: bias gambar-gamabar yang ditampilkan oleh motion picture film dan loopfilm.
Jadi yang dimaksud dengan media visual adalah media yang memberikan gambaran menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa media visual merupakan salah satu media untuk pembelajaran. Media bersifat realistis dan dapat dirasakan oleh sebagian besar panca indera kita terutama oleh indera penglihatan.

2.2         Manfaat Media Visual
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media visual dalam menopang proses pembelajaran. Pertimbangan-pertimbangan mulai dari fungsi ekonomis, kepraktisan, dan manfaat yang diperoleh dari penggunaan media visual dijadikan pertimbangan bagi seorang guru terutama untuk memudahkan dalam fungsi utamanya sebagi seorang pendidik dan pengajar.
Pengoptimalan media visual memberikan dampak psikologis bagi guru, karena ia akan lebih memiliki rasa percaya diri dalam menyampaikan materi atau pesan kepada peserta didik. Jika dilihat lebih lanjut sebenamya media visual ini sudah tidak asing lagi bagi para guru. Sebab, sejak di bangku kuliah mereka sudah diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar pemanfaatan media pembelajaran sehingga, dalam situasi mengajar yang sesungguhnya guru tinggal mengembangkan atau menciptakan media-media visual baru yang lebih kreatif dan inovatif.

a.         Peranan Teknologi
Jenis teknologi yang digunakan dalam pembelajaran terdiri dari media visual (filmstrip, televisi, dan kaset video) dan computer. Memang ada bentuk teknologi lain yang dapat digunakan dalam pembelajaran, namun kedua jenis teknologi tersebut paling banyak penggunaan, untuk menunjang pembelajaran dalam kelas dan memiliki dampak terhadap pembuatan keputusan intruksional.
1.    Media visual   : penerapan pada prinsip-prinsip belajar dam pembelajaran
2.    Komputer       :penggunaan di kelas, jenis-jenis perangkat lunak, dan penunjuk perangkat lunak
Film, filmstrip,televise, dan kaset,video merupakan media noninteraktif, sebab si penonton tidak dapat mengubah penyajian, tetap sama dalam kurun waktu, variasi hanya terjadi pada kualitas prokduksi, misalnya kualitas suara dan kejelasan gambar. Media-media tersebut paling efektif penggunaannya dalam pembelajaran sebagai penunjang tujuan intruksional khusus, baik tujuan kognitif maupun tujuan afektif. Alat-alat tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari pelajaran atau dalam rangkaian unit pembelajaran secara terencana. Sumber-sumber media visual tersebut dipilih oleh guru tentunya tergantung pada dana yang tersedia, adanya sumber-sumber setempat dan kebutuhan pembelajaran para siswa sesuai dengan urutan instruksional.
Pemanfaatan teknologi dalam Pendidikan yaitu Perkembangan teknologi yang sangat pesat, sejak lama telah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Seperti penemuan kertas, mesin cetak, radio, video taperecorder, film, televisi, overhead projector (OHP), dan computer baik dalam bentuk computer assisted instruction (CAI), computer based instruction (CBI) maupun E-learning telah dimanfaatkan dalam proses pendidikan. Pada hakikatnya alat-alat tersebut tidak dibuat khusus untuk keperluan pendidikan, akan tetapi alat-alat tersebut ternyata dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan, bahkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kualitas hasil pembelajaran.
b.    Pengaruh Teknologi
Kekuatan teknologi pembelajaran memang terletak pada teknologi itu sendiri. Kemajuan dalam teknologi akan banyak merubah hakekat praktek dalam bidang teknologi pembelajaran. Teknologi telah memberikan prospek munculnya stimulus yang realistik, memberikan akses terhadap sejumlah besar informasi dalam waktu yang cepat, menghubungkan informasi dan media dengan cepat, dan dapat menghilangkan jarak antara pengajar dan pembelajar (Hannfin, 1992). Perancang yang terampil dan kreatif dapat menghasilkan produk pembelajaran yang dapat memberikan keunggulan dalam :
(a)      mengintegrasikan media
(b)     menyelenggarakan pengemdalian atas pembelajar yang jumlahnya hampir tidak terbatas, dan bahkan
(c)      mendesain kembali untuk kemudian disesuaikan kebutuhan, latar belakang dan lingkungan kerja setiap individu.
Teknologi, disamping mampu menyediakan berbagai kemungkinan tersedianya media pembelajaran yang lebih bervariasi, juga dapat mempengaruhi praktek di lapangan dengan digunakannya sarana berbasis komputer untuk menunjang tugas perancangan.

c.              Manfaat Media Visual
Adapun manfaat dari penggunaan media visual antara lain:
1.        Media visual bermanfaat sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
2.        Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
3.        Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
4.        Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
5.        Pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasa dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainya.
6.        Media visual dalam pembelajaran juga berfungsi untuk merangsang pembelajaran dengan menghadirkan obyek sebenarnya dan obyek yang langkah.
7.        Membuat duplikasi dari obyek yang sebenarnya
8.        Membuat konsep abstrak ke konsep konkret
9.        Memberi kesamaan persepsi
10.    Mengatasi hambatran waktu, tempat, jumlah, dan jarak
11.    Menyajikan ulang informasi secara konsisten
12.    Memberi suasana yang belajar yang tidak tertekan, santai, dan menarik.
13.    Media bersifat konkrit, lebih realistis dibandinakan dengan media verbal atau non verbal sehingga lebih memudahkan dalam pengaplikasiannya.
14.    Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui pengelihatan (media visual), terutama media visual yang menarik dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.
15.    Media visual dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik dan dapat melampaui batasan ruang kelas. Melalui penggunaan media visual yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
16.    Lebih efektif dan efisien dibandingkan media verbal lainnya karena jenisnya beragam, pendidik dapat menggunakan semua jenis visual yang ada. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif dan tidak membosankan bagi peserta didik.
17.    Penggunaannya praktis, maksudnya media visual ini mudah dioperasikan oleh setiap orang. Misal penggunaan media Transparansi Overhead Tranparancy (OHT).
Dengan demikian media visual sangatlah berperan penting dalam proses belajar mengajar karena media visual memiliki peran yaitu memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media visual juga berperan bagi peserta didik.
Jadi secara khusus media visual dan teknologi pada umumnya bermanfaat untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, manfaat dari penggunaan media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan.

2.3         Macam-Macam Media Visual.
Untuk mempermudah penyampaian materi kepada peserta didik perlu dipilih media yang tepat. Ketepatan dalam pemilihan media visual menyebabkan proses pembelajaran menjadi lancar dan materi yang disampaikan dipahami peserta didik. Misalnya Guru pendidikan jasmani dapat memanfaatkan media visual yang umum dipergunakan seperti gambar atau foto atau VCD. Kedua jenis media visual ini mempunyai beberapa kelebihan yaitu, mudah dibuat dan digunakan, praktis, sederhana, dan relatit murah.
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih media visual. Diantaranya. media visual yang dipilih sesuai dengan kurikulum, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan peserta didik, praktis dan sederhana, bersifat fleksibel, multiguna, tahan lama, ekonomis, dan mudah digunakan oleh guru. Media Visual Terdiri dari :
1.    Media visual yang tidak dapat diproyeksikan
a.    Media realita dalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan diruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realita ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.
b.    Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realita, misal untuk mempelajari sistem gerak, perencanaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.
c.    Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan.
Jenis-jenis media grafis adalah :
1)   Gambar/foto.
Melalui gambar dapat mengalihkan pengalaman belajar dari taraf belajar dengan lambang kata-kata ke taraf yang lebih kongkrit. Misalnya guru akan menjelaskan terjadinya letusan gunung berapi, maka pembelajar akan lebih mudah menangkap gambar daripada uraian guru. Selain dapat menggambarkan berbagai hal, gambar mudah diperoleh dari majalah, koran, bulletin, dan lain-lain. Kalau terpaksa tidak dapat menggambar dengan bagus guru dapat menggambar dengan sederhana, misalnya gambar dengan bentuk-bentuk seperti tongkat/garis-garis/gambar corek.
-          Kelebihan gambar antara lain:
a)    Dapat menerjemahkan ide-ide abstrak ke dalam bentuk yang lebih nyata.
b)   Banyak tersedia dalam buku-buku.
c)    Sangat mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan.
d)   Relatif tidak mahal.
e)    Dapat dipakai untuk berbagai tingkat pelajaran dan bidang studi.
-    Kelemahan gambar antara lain:
a)    Kadang-kadang terlampau kecil untuk ditunjukkan di kelas yang besar.
b)   Gambar mati adalah gambar dua dimensi. Untuk menunjukkan dimensi yang ke tiga (kedalam benda), harus digunakan satu seri gambar dari objek yang sama tetapi dari sisi yang berbeda.
c)    Tidak dapat menunjukkan gerak.
d)   Pembelajar tidak selalu mengetahui bagaimana membaca gambar.
-    Manfaat gambar sebagai media visual antara lain:
a)    Menimbulkan daya tarik bagi siswa. Gambar dengan berbagai warna akan lebih menarik dan membangkitkan minat serta perhatian siswa.
b)   Mempermudah pengertian siswa, suatu penjelasan yang bersifat abstrak dapat dibantu dengan gambar.
c)    Memperjelas bagian-bagian yang penting. Melalui gambar, dapat diperbesar bagian-bagian yang penting atau yang kecil sehingga dapat diamati lebih jelas.
d)   Menyingkat suatu uraian panjang. Uraian tersebut mungkin dapat ditunjukkan dengan sebuah gambar saja.
-    Ciri-ciri gambar yang baik:
a)    Cocok dengan tingkatan umur dan kemampuan siswa.
b)   Bersahaja dalam arti tidak terlalu kompleks, karena dengan gambar itu siswa mendapat gambaran yang pokok.
c)    Realistis, maksudnya gambar itu seperti benda yang sesungguhnya atau sesuai dengan apa yang digambar, sudah tentu perbandingan ukuran juga harus diperhatikan.
d)   Gambar dapat diperlakukan dengan tangan. Apa yang menganggap bahwa gambar adalah sesuatu yang suci, tetapi sebagai media pembelajaran, gambar harus dapat dipegang, diraba oleh siswa
-          Teknik penggunaan gambar:
Sebelum menggunakan gambar, hal yang perlu diperhatikan adalah:
a)    Pengetahuan apa yang akan diperlihatkan melalui gambar itu.
b)   Kemungkinan salah pengertian yang akan ditimbulkan oleh gambar.
c)    Persoalan apa yang hendak dijawab oleh gambar.
d)   Reaksi emosional apa yang hendak dibina oleh gambar.
e)    Apakah gambar itu membawa siswa ke penyelidikan lebih lanjut.
f)    Apakah sekiranya ada media lain yang lebih tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
-          Cara menunjukkan gambar:
Kepada siswa hendaknya ditunjukkan hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mempelajari gambar, antara lain:
a)    Apa yang harus dicari siswa dalam gambar itu.
b)   Siswa harus mengerti bagaimana mempelajari gambar.
c)    Bagaimana siswa memberikan kritik terhadap gambar.
d)   Bagaimana hubungan gambar tersebut dengan materi pelajaran lain.
e)    Bila gambar terlampau luas, berikan dalam seri-seri gambar yang mempunyai ukuran logis.
f)    Waktu melihat gambar, mungkin tidak semua siswa dapat melihat dengan jelas, maka sesudah pembelajaran berakhir hendaknya gambar diletakkan ditempat yang dapat dijangkau oleh siswa.
2)   Sketsa
Sketsa adalah gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail sehingga dapat menarik perhatian siswa.
3)    Ilustrasi
Ilustrasi didefinisikan sebagai gambar atau wujud yang menyertai teks. Gambar atau tulisan tersebut merupakan suatu kesatuan yang bertujuan memperjelas teks. Pendapat lain mengatakan bahwa ilustrasi adalah gambar atau wujud lain yang bermaksud menerangkan, menghias, ditampilkan dengan suatu kepribadian dan mengandung daya tarik. Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ilustrasi mempunyai arti menerangkan atau membuat sesuatu menjadi lebih jelas, ilustrasi dapat berupa gambar, tulisan, ucapan, gerak (tari), bunyi (musik).
4)   Karikatur
Karikatur adalah gambar yang disederhanakan bentuknya dan biasanya berisi sindiran. Merencanakan karikatur tidaklah mudah, karena harus memahami terlebih dahulu objek yang akan dibuat. Jika akan membuat karikatur tentang seseorang, yang perlu diperhatikan adalah ciri khas orang yang akan ditonjolkan. Untuk mengungkapkan hal itu, diperlukan keterampilan-keterampilan khusus untuk menuangkan ke dalam bentuk goresan-goresan. Gambar yang berwujud karikatur ini dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk semua tingkatan sosial. Bentuk karikatur selain menarik, juga dapat meningkatkan perhatian orang, dan memperjelas ide serta informasi yang dikemukakan.
5)   Poster
Poster merupakan suatu gambar yang mengkombinasikan unsur-unsur visual seprti garis, gmbar, dan kata-kata yang bermaksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat. Agar lebih efektif poster seharusnya berwarna dan menimbulkan daya tarik dengan maksud menjangkau perhatian dan menghubungkan pesan-pesannya dengan cepat. Dalam proses pembelajaran, poster dapat menimbulkan perhatian siswa. Misalnya untuk mengenalkan suatu topik atau materi baru, sebagai peringatan untuk hal-hal yang berbahaya, seperti praktikum dengan bahan-bahan kimia, listrik dengan tegangan tinggi, dapat diberikan melaluai suatu poster.
6)   Diagram/skema.
Diagram/skema merupakan gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal  untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel sampai organisme.
7)   Bagan/chat
Bagan/chat menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti : gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.
Beberapa jenis bagan antara lain:
a)    Bagan organisai (aliran)
Bagan organisasi adalah bagan yang menjelaskan tentang hubungan fungsional antara bagian-bagian dalam suatu organisasi. Misal kepengurusan tingkat kelurahan sampai RT.
b)   Bagan bergambar (bagan lukisan)
Bagan lukisan merupakan bagan yang disampaikan dalam bentuk lukisan atau gambar. Misal dalam suatu peta, dicantumkan gambar hasil-hasil suatu daerah atau gambar binatang yang hidup di daerah itu.
c)    Bagan perbandingan atau perbedaan.
Bagan ini menunjukkan perbandingan atau perbedaan sesuatu yang ditunjukkan dengan lukisan atau kata-kata.
d)   Bagan pandang tembus
Bagan pandang tembus adalah bagan yang menerangkan keadaan di dalam suatu benda. Misal interior suatu pesawat terbang yang mewah, mobil atau binatang.
e)    Bagan keadaan
bagan yang menerangkan suatu keadaan suatau benda dengan bermacam-macam ukuran. Misal macam-macam ukuran gergaji.
 f)    Bagan terurai
Bagan terurai merupakan bagan yang memberikan gambaran seandainya sesuatu diurai tetapi tetap dalam posisi dan urutan semula. Misalnya adalah bagan terurai mesin sepeda motor.
g)   Bagan petunjuk
Bagan petunjuk adalah bagan yang memberikan petunjuk pembuatan sesuatu. Misal: pembuatan bangunan, jebatan, bangku.
h)   Bagan waktu
Bagan waktu merupakan bagan yang melukiskan keadaan waktu tertentu terjadi suatu proses. Contoh tumbuhnya kacang, dari mulai biji ditanam pada hati pertama sampai tumbuhan berbuah, perkembangan katak, fase bentuk bulan.
i)      Bagan pertumbuhan
Bagan pertumbuhan adalah bagan yang menerangkan hubungan antara fakta-fakta, terdiri dari bagan pohon, yang berpangkal pada sesuatu dan berakhir pada bagian-bagian kecil, contoh silsilah raja-raja, bagan suatu percetakan dari direksi sampai dengan bagian penempatan, dan bagan arus.
j)     Bagan skematik
Bagan skematik adalah bagan yang menerangkan jalannya sesuatu atau menerangkan bagian-bagian yang penting. Misal: skema perencanaan makanan, bagaimana makanan dari mulut sampai ke anus.
k)   Bagan lembaran balik (flip chart)
Bagan lembaran balik merupakan susunan gambar-gambar yang digantung pada suatu tiang gantungan kecil, cara menunjukkan dengan dibalik satu per satu.
8)   Grafik
Grafik merupakan pemakaian lambang-lambang visual untuk menjelaskan data statistic. Untuk mempermudah pengertian siswa, deretan angka-angka dapat digambarkan dengan lambang-lambang visual seperti garis-garis, titik-titik, gambar atau bentuk-bentuk tertentu sehingga menarik dan mudah dimengerti. Jenis grafik yaitu:

a)      Grafik garis
Grafik garis biasanya digambarkan dengan garis-garis atau titik-titik. Contoh grafik garis yang menggambarkan perbandingan curve hasil belajar siswa kelas tertentu.
b)      Grafik batang atau grafik bidang
Grafik batang menunjukkan perbandingan yang dilukiskan dengan batang. Misal: jumlah lulusan sutau sekolah dari tahun ke tahun.
c)      Grafik gambar
Grafik gambar merupakan grafik yang dilukiskan dengan gambar-gambar atau simbol yang telah dikenal umum. Contoh: perpindahan penduduk dari desa ke kota, dari tahun ke tahun.
e)    Grafik lingkaran
Untuk menjelaskan keadaan atau perbandingan tentang sesuatu dapat digunakan grafik lingkaran, Contoh: Prosentase IQ anak-anak Indonesia.
9)   Peta
Peta adalah gambar yang menjelaskan permukaan bumi atau beberapa bagian bumi, yang menunjukan urutan dan posisi relative, menurut skala yang digambarkan. Jenis peta menurut isinya:
a)      Peta fisik, merupakan peta yang memberikan data khusus mengenai ketinggian suatu daerah, iklim, tumbuh-tumbuhan, dan keadaan tanah.
b)      Peta ekonomi, juga disebut peta industri untuk menunjukkan hubungan antara wilayah tertentu dengan keadaan ekonomi.
c)      Peta politik, adalah peta yang menggambarkan batasan-batasan suatu negara sampai bagian-bagian atau batasan-batasan daerah terkecil, dilengkapi dengan kota-kota terpenting, hutan, sungai, danau, serta rute transportasi.
d)     Jenis peta menurut bentuknya:
10)    Realita dan model
Realita atau disebut juga objek adalah benda yang sebenarnya dalam bentuk utuh. Misalnya: orang, binatang, rumah, dan sebagainya. Model adalah media tiga dimensi yang mewakili benda yang sebenarnya. Benda tiga dimensi adalah benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar, dan isi (tinggi). Suatu model mungkin lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan benda sebenarnya yang diwakili. Mungkin lebih lengkap, terinci atau lebih sederhana sesuai dengan  tujuan pebelajaran yang telah ditetapkan.
11)    Berbagai jenis papan
Papan untuk pembelajaran yang sudah lama dipakai adalah papan tulis yang berwarna hitam atau kadang-kadang hijau tua, yang banyak dipakai oleh guru untuk membantu penjelasan-penjelasan yang disampaikan secara lisan. Selain itu, masih ada beberapa jenis papan yaitu:

2.    Media visual yang dapat diproyeksikan
a.    Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparasi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy/OHT) dan perangkat keras (Overhead projector/OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu :
-          Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
-          Membuat sendiri secara manual
b.    Film bingkai/slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2x2 inci. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah biaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan yang dibutuhkan proyektor slide.
c.    Filmstrip Proyektor
Film ini sama halnya dengan slide, akan tetapi tidak di potong-potong melainkan diberikan dalam gulungan satu rol, kemudian diproyeksikan dengan projector filmstrip.
d.   Opaque Projector
Nama proyektor ini juga belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kalau tiga jenis alat di atas perangkat lunaknya merupakan lembaran plastik atau film yang transparan, maka untuk opaque, perangkat lunaknya tidak tembus cahaya, seperti gambar dalam majalah, Koran, tulisan di buku dan sebagainya.

BAB III
PENUTUP

3.1         Kesimpulan
Dalam upaya mencapai suatu proses pembelajaran yang baik, kita memerlukan suatu media atau alal yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Salah satu medianya adalah media visual yang lebih berkaitan dengan indera penglihatan. Media visual mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri seperti penggunaannya yang praktis, lebih efektif dan efisien serta dapat mempercepat daya serap peserta didik.
Dengan menggunakan media visual secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik. Sehingga menimbulkan gairah belajar, memungkinkan interaksi langsung antara siswa, lingkungan, kenyataan, dan memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya. Penggunaan media visual dalam pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Penggunaan media visual pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit.
Media visual diklasifikasikan menjadi 2:
a.         Media visual yang tidak diproyeksikan: missal: gambar mati, ilustrasi, karikatur, poster, bagan, diagram, grafik, peta, realia, model, specimen, mock up, berbagai jenis papan, sketsa.
b.        Media visual yang diproyeksikan. Media ini banyak jenisnya, namun dalam buku ajar ini hanya dikemukakan beberapa jenis. yaitu ohp, slide, filmstip, dan opaque proyektor.

3.2         Saran
Kita sebagai peserta didik, calon pendidik maupun para pendidik hendaknya selalu menambah ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melakukan renovasi dalam pembelajaran, menggunakan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dengan menggunakan komputer . Selain itu kita sebagai peserta didik, calon pendidik maupun para pendidik hendaknya perlu memperhatikan setiap pemilihan media pembelajaran yang akan kita gunakan terutama pada media visual. Pemilihannya harus tepat dan efektif sesuai konsep dan tujuan pembelajaran serta disesuaikan dengan perkembangan psikologis anak atau peserta didik dan menjauhkan media visual yang berbau pornografi sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Sebaiknya para pendidik (guru) juga menggunakan alat bantu mengajar (teaching aids) berupa gambar, model, atau alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta dapat mempertinggi daya serap siswa.

Daftar Pustaka

Anitah, Sri, Prof., M.Pd. 2010. Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Arsyad M.A Azhar, Prof. Dr. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers.
Efendi dkk. 2012. Pendidikan karakter, kerangka, metode dan aplikasi untuk pendidikan Profesional. Jakarta: Baduose Media.
Nasution.1999. TeknologiPendidikan. Jakarta: BumiAksara
IshakAbdulahdanDeniDarmawan. 2013. TeknologiPendidikan. Jakarta :Rosda
Susilana, Rudi. Riyana, Cepi. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.
Sudjana, Nana,Dr. Dan Rivai, Ahmad,Drs. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sudarsana, I. K. (2014). PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN UPAKARA BERBASIS NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN: Studi pada Remaja Putus Sekolah di Kelurahan Peguyangan Kota Denpasar.
Sudarsana, I. K. (2015). PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DALAM UPAYA PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA. Jurnal Penjaminan Mutu, (Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2015), 1-14.
Sudarsana, I. K. (2016). DEVELOPMENT MODEL OF PASRAMAN KILAT LEARNING TO IMPROVE THE SPIRITUAL VALUES OF HINDU YOUTH. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 4(2), 217-230.
Sudarsana, I. K. (2016). PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN DALAM BUKU LIFELONG LEARNING: POLICIES, PRACTICES, AND PROGRAMS (Perspektif Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia). Jurnal Penjaminan Mutu, (2016), 44-53.


0 komentar:

Posting Komentar